Senin, 21 November 2011

Tiga Kunci Rahasia Menuju Sukses

TIGA KUNCI RAHASIA UNTUK MERAIH SUKSES
(Made Mariana. Abu Dhabi; 13 Feb 2009)
Apakah sih definisi sukses itu? Tanpa mengacu pada kamus bahasa, definisi sukses tentunya sangat relatif. Semua orang punya definisinya masing-masing. Bagi sebagian orang, sukses bermakna pencapaian atas apa yang mereka cita-citakan. Sukses berarti mengoptimalkan potensi yang kita miliki hingga suatu saat potensi tersebut mencapai limit tertingginya. Sebagian orang lainnya menyatakan bahwa sukses adalah bahagia dan sejahtera. Bahkan adapula yang berpendapat bahwa sukses tidak akan mempunyai satu definisi yang khusus karena sukses merupakan sebuah proses perjuangan.
Bagi saya pribadi saat saya melihat putri saya tertawa terpingkal-pingkal karena seneng dan sehat, sukses bagi saya hari itu, saat melihat istri selalu tertawa riang memancarkan wajah berseri sepanjang waktu, adalah sukses buat saya. Saat target yang saya rencanakan tercapai sukses bagi saya. Saya yakin saudaraku sekalian memiliki definisi yang berbeda tentang sukses. Itu sah-saha saja. Sukses adalah hak setiap orang. Yang pasti sukses akan memberikan kesenangan, memberikan kebahagiaan bagi kita.
Kalo kita tengok pengertian sukses dari beberapa tokoh misalnya juga akan kita temukan definisi yang sangat beragam:
“Success is the ability to live your life the way you want to live it, doing what you most enjoy, surrounded by people who you admire and respect.”
- Brian Tracy, Million Dollar Habits
Sukses berarti jika seseorang menikmati dan mencintai profesinya sekarang, dan ia dikelilingi oleh orang-orang yang ia cintai dan mencintai dirinya.
“Success is the progressive realization of a worthy ideal.”
- Earl Nightingale, The Strangest Secret

Sukses adalah realisasi progresif dari prinsip-prinsip seseorang yang bernilai.
“Getting many of the things money can buy — and all the things money can’t buy. Money can buy you a mattress, but you can’t buy a good night’s sleep.”
“mendapatkan banyak hal yang bisa dibeli oleh uang – dan semua hal yang tak bisa dibeli oleh uang. Anda bisa membeli kasur, tapi Anda tak bisa membeli tidur yang nyenyak.”
-Zig Ziglar dalam suatu wawancara di majalah Time-
Apa sih ukuran sukses itu…? Kebanyakan orang mendefinisikan sukses berdasarkan pada, kekuasaan, uang, kemasyuran.  Seorang bijak pernah mengatakan : “Uang dapat memberi Anda sebuah istana yang sangat megah, penuh dengan karya-karya seni bernilai tinggi. Uang juga dapat memenuhi rumah Anda dengan perabot terbaik dan garasi Anda dipenuhi dengan mobil-mobil mewah…namun uang tidak dapat memberi Anda rumah yang penuh dengan kasih dan penghargaan tulus dari orang-orang yang tinggal di dalamnya….Uang dapat dipakai untuk membeli ranjang emas murni, namun uang tidak dapat membeli istirahat satu menit yang disertai dengan damai di hati.”.
Sejarah telah mencatat banyak orang yang tampak sukses dari luar karena uang, kekuasaan dan kemasyuran yang dimilikinya melakukan bunuh diri, sebut saja nama: Jesse Livermore, investor terbesar di Wall Street mati bunuh diri, Leon Fraser, presiden the Bank of International Settlements, juga mati bunuh diri, Ivan Kruegar, kepala dari monopoli dunia terbesar, juga mati bunuh diri.
Bagaimanakah meraih sukses yang tidak berakhir..?
Setelah membaca dan mendengarkan banyak kisah sukses para pendahulu, perkenankan saya berbagi dengan Anda, saya datang pada satu kesimpulan bahwa ada tiga kunci yang mengantarkan seseorang untuk bisa membuka pintu gerbang kesuksesan yaitu:
  1. Berfikir baik,
  2. Berbicara baik
  3. Berbuat baik,
Berfikir Baik.
Segala aktivitas kita (berbuat atau berbicara) berawal dari pikiran, pikiran boleh dikatakan sebagai driver dari semua aktivitas hidup ini. Pikiran ini hanya dimiliki oleh manusia, karena pikiran ini pula maka manusia menjadi mahluk yang berbeda di bumi ini. Pikiran memiliki dua sisi, pikiran baik dan buruk. Bila kita tidak waspada dalam mengontrolnya maka pikiran ini akan menjadi musuh besar bagi kita, dia bisa menjerumuskan kita ke kubangan kawah candra dimuka (kawah yang penuh dengan segala macam penderitaan).
Sebaliknya bila kita rajin membersikan pikiran kita dengan kejujuran maka, pikiran ini akan semakin jernih, mudah diarahkan, mudah dikonsentrasikan, sehingga kita bisa meraih output yang optimum dari setiap aktivitas kita.
Pikiran sangat mudah dipengaruhi oleh panca indera kita, sehingga bila kita tidak waspada,  maka pikiran itu bisa mengarah pada hal buruk. Panca Indra kontak dengan alam material ini akan membangkitkan keinginan untuk memiliki, namun bila pikiran itu selalu terkondisi untuk berfikir baik, benar dan suci maka keinginan yang tidak baik akan segera bisa dihapus digantikan dengan keinginan yang baik. Selanjutnya pikiran yang baik ini bisa mengontrol panca indra, mengarahkannya untuk kebaikan pula.
Pikiran baik: Berfikir bagaimana membahagiakan orang tua, anak dan istri, keluarga,  memberikan pelayanan kepada umat manusia, memberikan sesuatu yang bernilai buat Negara atau masyarakat. Berfikir memberikan sesuatu yang mampu menjaga kebersamaan, persaudaraan, persatuan. Berfikir memberikan kontribusi positif pada perkembangan umat manusia di segala bidang kehidupan.
Pikiran yang baik telah mengantarkan orang untuk menghasilkan karya-karya besar, baik dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, Seni dan Budaya, Budi Pekerti dan Spritual, dan Sosial Ekonomi. Tidak jarang dari pikiran-pikiran baik ini mengantarkan mereka pada rumah kesuksesan dalam hidupnya.
Bicara Baik.
Dalam sebuah karya sastra peninggalan leluhur kita yang tertuang dalam sebuah kitab kuno tertulis dalam bahasa kawi  dinyatakan:
Wahya nimitanta matemu mitra
Wahya nimitanta matemu artha
Wahya nimitanta matemu laksmi
Wahya nimitanta pati kepangguh
Karena perkataan engkau mendapatkan sahabat
Karena perkataan engkau mendapatkan harta
Karena perkataan engkau mendapatkan kebahagiaan
Karena perkataan engkau mendapatkan ajalmu.
Dalam pergaulan sehari-hari, orang yang pinter membawa perkataannya, bisa menjaga perasaan temen, berkata jujur dan apa adanya, tidak melebih-lebihkan atau menguranginya,  sangat disegani dan senangi temen-temennya, mudah mendapatkan sahabat. Sebaliknya mereka yang mudah mengeluarkan kata-kata kasar, kata menghardik, membentak, menfitnah, berbohong, akan tidak disukai di tempat kerja, di masyarakat, di manapun dia berada.
Contoh kecil saja, sebelum kita diterima bekerja di suatu perusahaan ada tahapan test yang disebut dengan Test Wawancara, di sini kita bener-bener ditantang menggunakan perkataan kita untuk menunjukkan pengetahuan, keahlian dan pengalaman kita. Bila perkataan kita mampu meyakinkan pewawancara bahwa kita orang yang memiliki kwalifikasi yang diinginkan, baik dari segi skill maupun dari kepribadian, maka kita akan diterima menjadi karyawan, selanjutnya kita akan mendapatkan gaji, dengan gaji ini kita bisa membeli harta yang kita butuhkan.
Hampir seluruh dari kegiatan bisnis dan ekonomi di dunia ini tidak lepas dari peran perkataan, sehingga mereka yang ingin sukses mesti bisa mengelola perkataannya dengan baik.
Luka karena senjata bisa disembuhkan, namun luka karena perkataan dibawa hingga ke liang kubur, demikian sehingga dikatakan lidah lebih tajam dari senjata tajam manapun.
Hidup di alam ini yang memberikan kita predikat sukses adalah manusia, yang membeli produk kita adalah manusia, yang membeli jasa kita juga manusia, yang membeli skill kita juga manusia. Bicara adalah salah satu media komunikasi yang paling banyak dipakai manusia.
Mereka yang pinter meyakinkan pelanggan dengan perkataannya adalah marketer yang sukses, mereka yang mampu memotivasi participant dengan  perkataannya, adalah seorang motivator yang ulung.
Hidup di negara asing, kita harus bener-bener menghargai budaya dan hukum di negeri di tempat kita tinggal dengan tidak sembarangan berbicara. Jangan bicara tentang sara, tentang politik atau tentang pemimpin negerinya. Kita bersyukur telah diberi kesempatan untuk mengais rejeki di negerinya, jadi tunjukkanlah rasa terimakasih kita dengan mewujudkannya dalam perkataan pula.
Pikiran yang baik butuh ruang untuk mengutarakannya sehingga orang tahu bahwa Anda punya kwalitas, ruang itu yang bernama bicara. Bicaralah maka orang tahu siapa Anda.
 Berbuat Baik
Attitude not Aptitude determines your altitude (anonym)
Perbuatan, bukan Kecerdasan yang menentukan derajat Anda
Pikiran yang baik, perkataan yang baik, tidaklah cukup bila tidak dibuktikan dengan prilaku yang baik. Trust (kepercayaan) dalam bisnis ada bila bukti itu ada. Tidak heran bila sesepuh kita dari Bali menasehatkan:
“Lontar A Siu Alah Dening Bukti Asiki”
(Seseorang yang menguasai Seribu Kitab tanpa mengimplementasikannya pada prilaku, kalah dengan seseorang yang tidak menguasai satupun kitab tapi telah membuktikannya dalam prilaku yang baik walaupun hanya sekali).
Saudaraku sekalian, saat keheningan menghampiri seakan mereka berpesan pada saya bahwa untuk mencapai sukses itu kita harus mampu menyelaraskan antara pikiran, perkataan dan perbuatan kita. Apa yang kita pikirkan, yang kita ucapkan dan yang kita lakukan semuanya yang baik-baik, pasti sukses itu akan datang menghampiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar